Apa itu BMI?
BMI (Body Mass Index) atau Indeks Massa Tubuh adalah ukuran yang digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang sudah proporsional dengan tinggi badannya. Rumusnya sederhana:
BMI bukan alat diagnosis medis, tapi berguna sebagai indikator awal risiko kesehatan yang berhubungan dengan berat badan.
Tabel Kategori BMI (WHO)
| Nilai BMI | Kategori |
|---|---|
| < 18.5 | Kekurangan Berat Badan |
| 18.5 – 24.9 | Normal |
| 25 – 29.9 | Kelebihan Berat Badan |
| ≥ 30 | Obesitas |
Tips Berdasarkan Hasil BMI
Kekurangan Berat Badan (BMI < 18.5)
Tingkatkan asupan kalori dengan makanan padat gizi seperti kacang-kacangan, alpukat, telur, dan daging tanpa lemak. Olahraga beban ringan bisa membantu menambah massa otot.
Normal (BMI 18.5 – 24.9)
Pertahankan! Fokus ke pola makan seimbang dan olahraga minimal 150 menit per minggu. Cukup tidur dan kelola stres dengan baik.
Kelebihan Berat Badan (BMI 25 – 29.9)
Kurangi makanan tinggi gula dan lemak jenuh. Tambah porsi sayur dan protein. Jalan kaki 30 menit per hari sudah sangat membantu.
Obesitas (BMI ≥ 30)
Sangat disarankan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk program yang aman dan terstruktur. Jangan coba diet ekstrem tanpa pengawasan.
Pertanyaan Umum
BMI normal berapa?
Menurut WHO, BMI normal berada di rentang 18.5 hingga 24.9. Di bawah itu dianggap kekurangan berat badan, di atas 25 masuk kategori kelebihan berat badan.
Apakah BMI akurat untuk semua orang?
BMI adalah indikator umum dan tidak memperhitungkan komposisi tubuh seperti persentase lemak vs otot. Atlet dengan massa otot tinggi bisa punya BMI tinggi meski lemak tubuhnya rendah.
Cara hitung BMI secara manual?
Bagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Contoh: berat 65 kg, tinggi 170 cm → BMI = 65 ÷ (1.70 × 1.70) = 65 ÷ 2.89 ≈ 22.5 (Normal).